Materi PAK dalam Masyarakat Majemuk

0

1. Realitas Pluralisme Masyarakat Indonesia
2. Dasar Teologis PAK Dalam Masyarakat Majemuk
3. Prinsip-prinsip PAK Dalam Masyarakat Majemuk
4. Sikap yang perlu dihindari dalam Masyarakat Majemuk
5. Pendekatan PAK
6. Strategi PAK
7. Mengembangkan Model PAK Yang Multikultural dan Inklusif
8. PAK Tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Masyarakat Multikultural

STANDAR PENILAIAN

1. Partisipasi dan Kehadiran : 10%
2. Laporan : 15%
3. Tugas Mandiri : 30%
4. Presentasi : 20%
5. UAS : 25%

Nilai Pancasila dan PAK Majemuk (Point 8)

Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa
Pengakuan akan Tuhan Yang Maha Esamenegaskan bahwa bangsa Indonesia percaya kepada Tuhan sebagai pencipta, pemelihara alam semseta. Hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia menaruh kepercayaan dan harapan bagi hidupnya, baik di dunia msupun di dunia yang akan datang (akhirat). Tuhan yang diakui dan dipercaya sesuai sila pertama pancasila adalah Tuhan yang memiliki sifat Esa, yaitu Maha Sempurna, Maha Kasih, Maha Kuasa, Maha adil, Maha Bijaksana, serta sifat-siafat lain yang ada dalam diri Tuhan sebagaimana yang diajarkan dalam setiap agama yang diakui di dalam Negara Republik Indonesia.

Menurut Ali Emran, “pengakuan bangsa Indonesia kepada Ketuhanan Yang Maha Esa mengajar manusia Indonesia untuk melaksanakan harmoni di dalam pergaulan antar sesama manusia, antar bangsa, maupun dengan makluk Tuhan lainnya.
Nilain Kemanusiaan
Frasa kemanusiaan yang adil dan beradab dalam rumusan sila kedua pancasila hendak menegaskan bahwa sikap dan perbuatan manusia Indonesia sesuai dengan kodrat dam hakikat manusia yang sopan dan susila nilai. Potensi kemanusiaan yang adil dan beradab dalam diri setiap orang merupakan potensi yang diberikan Tuhan sejak manusia diciptakan oleh Tuhan.
Nilai Persatuan Indonesia

Nilai ini terakomodir dalam rumusan sila kedua kedua tentu dilatar belakangi oleh konteks keragaman yang ada di Indonesia. Konteks demikian menjadi realitas yang mendorong para pendiri negara untuk memikirkan secara filosofis (berpikir mendalam) untuk menemukan suatu kebenaran yang dapat dipakai untuk mengatasi masalah yang berhubungan tentang realitas Indonesia. Realitas yang beragam itu menghasilkan pemikiran dengan rumusan persatuan Indonesia. Artinya perbedaan Agama yang ada di Indonesia, perbendaan budaya, perbedaan suku, perbedaan etnis harus dipersatukan dalam suatu persatuan yang memungkinkan terbentuknya sebuah negara. Itulah sebabnya lahirlah pemikiran para pendiri tentang persatuan Indonesia.
Nilai kerakyatan

Nilai Kerakyatan. Lengkapnya sila keempat yaitu “Kerakyatan yang Dimpimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. Dalam sila keempat dari Pancasila terkandung nilai kerakyatan antara lain: kedaulatan Negara adalah ditangan rakyat. Musyawarah untuk mufakat dicapai dalam permusyawaratan wakil-wakil rakyat
Nilai Keadilan Sosial.
Dalam rumusan sila kelima dari Pancasila yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” terkandung nilai keadilan sosial, antara lain: Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur. Pengembangan perbuatan ini dalam diri warga masyarakat menjadi cerminan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong. Berlaku adil, Menjaga hak dan kewajiban, dll

0 comments: