Melaksanakan PAK Dalam Masyarakat Multikultural

0

Apa yang dimaksud dengan melaksanakan Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk? Ikuti dalam artikel berikut ini.
Pendidikan Kristen adalah usaha membentuk kecakapan peserta didik dalam dimensi fertikal dan horisontal. Dimensi fertikal yaitu kemampuan rohani yang memungkinkan anak berelasi dalam pergumulan teologis ataupun keputusan teologis terhadap Tuhan yang dipercayai. Proses ini berlansung secara individual namun tidak dilepaskan dalam kemajemukan. Itulah sebabnya topik ini mendapat judul melaksanakan PAK dalam Masyarakat Multikultural.

Salah satu pergumulan berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah sikap terhadap kebinekaan (pergumulan persaudaraan, kita ini bersaudara). Berbagai upaya untuk melaksanakan dan mempertahankan sikap terhadap kebinekaan (kemampuan menerima perbedaan). Kemampuan menerima perbedaan itu dapat dilaksanakan melalui pendidikan di Sekolah Negeri maupun Swasta.
Indonesia adalah sebuah negara yang heterogen. Semua agama besar di dunia terdapat di Indonesia dan hidup secara bersama-sama. Masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis dan budaya, mendiami wilayah yang amat luas di ribuan pulau besar maupun kecil. Indonesia bertekat bahwa heterogenitas masyarakatnya harus menjadi potensi untuk terciptanya Kesatuan Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu lembaga lembaga pendidikan harus terus mendorong peserta didik agar sungguh-sungguh menghayati dan mengamalkan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Di kota kota besar, masyarakat yang majemuk dalam agama, etnis dan sosial budaya telah mengalami sentuhan-sentuhan yang amat kuat. Jika sentuhan-sentuhan tersebut tidak dijaga dengan baik, maka dapat menimbulkan konflik pada masyarakat. Masalah masalah yang berkaitan dengan agama maupun etnis hingga saat ini masih merupakan hal yang amat sensitif pada masyarakat Indonesia.
Salah satu mata pelajaran yang dapat memberi kontribusi kepada kebinekaan adalah Pendidikan Multikultural yang juga di implementasikan dalam Pendidikan Kristen. Pendidikan ini disebut dengan Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk. Tujuan mata pelajaran ini adalah menolong peserta didik untuk menjadi guru yang menghargai atau menerima perbedaan baik dalam lingkup pendidikan formal maupun di masyarakat.

Dalam konteks demikian, Pendidikan Agama Kristen di sekolah merupakan bagian penting untuk turut memberikan sumbangan besar bagi pembentukan sikap dan perilaku masyarakat. Maka akhir akhir ini dirasakan perlunya pengkajian ulang terhadap strategi Pendidikan Agama Kristen disekolah agar menjadi salah satu sarana untuk memberikan dukungan kepada harmoni masyarakat Indonesia yang majemuk.
Pendidikan Agama Dalam Masyarakat Majemuk mengulas secara praktis mengenai strategi Pendidikan Agama Kristen di sekolah terutama disekolah sekolah negeri. Guru dibekali dengan pengetahuan praktis yang berkaitan dengan keaneka ragaman masyarakat Indonesia, khususnya heterogenitas agama agama.

Agama Kristen di Indonesia juga sangat heterogenitas. Terdiri dari 323 Organisasi Gereja dan 14 aliran. Oleh karena itu, Guru Agama Kristen amat penting peranannya untuk turut mewujudkan keesaan gereja di Indonesia melalui jalur pendidikan. Pendidikan Agama Kristen harus diarahkan kepada keterbukaan dan bukan ketertutupan. Lewat Pendidikan Agama Kristen, peserta didik yang terdiri dari berbagai latar belakang gereja dan aliran harus dapat hidup secara rukun dan menjadi arak-arakan bersama untuk mewujudkan kesaksian iman Kristennya ditengah-tengah masyarakat.
Ciri dari Pendidikan Agama Kristen pada Masyarakat Majemuk ialah, bahwa guru harus menghargai dan menjunjung tinggi keaneka ragaman gereja maupun dogma gereja peserta didik. Tidak boleh ada tendensi dari guru untuk menarik peserta didiknya mengikuti gerejanya, alirannya maupun dogma dari gerejanya.

Pendidikan Agama Kristen haruslah bertujuan untuk pembentukan spiritualitas peserta didik, agar mereka mampu mengaplikasikan imannya ditengah-tengah lingkungan masyarakat yang majemuk, tanpa mengorbankan iman yang dianutnya. Pendidikan Agama Kristen haruslah dapat memampukan peserta didik untuk dapat melihat bahwa orang yang tidak seagama dengannya bukanlah musuh atau lawan, melainkan sesama yang dapat bekerja bersama-sama untuk menciptakan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat. Pendidikan Agama Kristen harus terus mendorong peserta didik untuk dapat mewujudkan “Learning to life togather” yaitu hidup bersama dengan orang lain.
Keberhasilan pelaksanaan Pendidikan Agama pada Masyarakat Majemuk terletak ditangan guru. Itulah sebabnya buku ini disusun untuk menjadi pegangan bagi Guru Agama Kristen dalam melaksanakan Pendidikan Agama Kristen di sekolah.
Kiranya buku ini dapat membawa manfaat bagi upaya menyumbangkan peningkatan mutu dan kualitas Guru Agama Kristen di Indonesia.





0 comments: