Pengertian Blended Learning

0

Pengertian Blended Learning

Dalam wikipedia dijelaskan bahwa:
“ kecenderungan pembelajaran masa depan telah mengubah pendekatan pembelajaran tradisional ke arah pembelajaran masa depan –yang disebut sebagai pembelajaran abad pengetahuan–, bahwa orang dapat belajar: di mana saja, artinya orang dapat belajar di ruang kelas/kuliah, di perpustakaan, di rumah, atau di jalan; kapan saja, tidak sesuai yang dijadwalkan bisa pagi, siang sore atau malam; dengan siapa saja, melalui guru, pakar, teman, anak, keluarga atau masyarakat; melalui sumber belajar apa saja, melalui buku teks, majalah, koran, internet, CD ROM, radio, televisi, dan sebagainya.” (Wikipedia)
Selain itu ada hal menarik yang disampaikan dalam situs wikipedia yaitu setiap kegiatan memiliki ciri termasuk pembelajaran. Ada yang disebut sebagai ciri-ciri pembelajaran abad pengetahuan dimana guru berperan sebagai:
1. Fasilitator
2. Pembimbing
3. Konsultan
4. Kawan Belajar (Peran Guru sebagai kawan belajar)
Tentu peran guru masih banyak lagi, hanya saja beberapa hal diatas patut dihayati ebih mendalam oleh para guru termasuk yang mengajar materi Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk. Pembelajaran berdasarkan proyek dan masalah, juga berorientasi pada dunia empirik dengan tindakan nyata, metode penyelidikan dan perancangan, menemukan dan menciptakan, kolaboratif, berfokus pada masyarakat, hasilnya terbuka, keanekaragaman yang kreatif, komputer sebagai peralatan semua jenis belajar, interaksi multimedia yang dinamis, serta komunikasi yang tidak terbatas (Wikipedia)

Dalam pembgelajaran, kita memaksimalkan sumber-sumber belajar seperti:
1. guru,
2. buku teks,
3. bahan pembelajaran,
4. orang sumber,
5. televisi,
6. VCD, radio-kaset,
7. majalah,
8. koran,
9. internet,
10. CD ROM,
11. lingkungan dan
12. bahkan juga temannya sendiri.





Sumber belajar sesuai paradigma lama yaitu guru sebagai sumber belajar utama dianggap tidak dapat dipertahankan lagi karena munculnya banyak sumber belajar seperti sumber belajar cetak, audia, audio visual, dan komputer. Bahkan perlu juga memanfaatkan handphone sebagai mobile learning, khususnya Pembelajaran Berbasis Blended Learning (PPBL). Dengan PBPL maka pembelajaran bukan hanya berbasis pada tatap muka, tetapi dikombinasikan dengan sumber yang bersifat Offline maupun Online (Wikipedia)

Jadi, Blended Learning diartikan sebagai pola pembelajaran yang mengandung unsur campuran atau penggabungan antara pola pembelajaran tatap muka dengan studi mandiri dan pembelajaran online. Dalam definisi ini tekaanannya pada unsur utama, yakni pembelajarna di kelas (classroom lesson) dengan online learning.
Berdasarkan definisi diatas, para guru dan dosen dapat melakukan pembelajaran yang disebut dengan blended learning dengan memanfaatkan free weblog, kemudian dijadikan sebagai bahan ajar online. Di dalam blog yang akan dijadikan sebagai bahan ajar online mesti memuat bahan kuliah secara jelas. Dengan bahan kuliah yang dipoting dalam weblog guru dan dosen maka para peserta didik dapat melakukan pembelajaran bersama guru dan dosen dalam bentuk tatap muka untuk beberapa pertemuan, sedangkan pertemuan lainnya diatur dalam studi mandiri, dan yang lainnya diatur agar dapat dipelajari melalui bahan ajar online berbasisi situs atau blog seperti blog gratis. Salah satu contoh adalah blog yang sedang Anda baca.




0 comments: