Mencermati pendekatan Shared Christian Praxis

0

Berpikir mendalam dan komprehensif terhadap pendekatan-pendekatan dalam Pendidikan Kristen atau Pendidikan Agama Kristen dilakukan sepanjang zaman. Sejak lahirnya Kristen sampai munculnya teori Pendidikan Agama Kristen, dunia Pendidikan Kristen telah, sedang dan akan menerima berbagai pendekatan dalam melaksanakan Pendidikan Agama Kristen. Salah satu pendekatan Pendidikan Agama Kristen yang diusung oleh Thomas H. Groome ialah "Shared Christian Praxis". Pendekatan ini menjadi suatu alternatif bagi gereja dalam melaksanakan amanat "Didaktik Agung" dalam Matius 28:20. "Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Yesus Kristus perintahkan kepadamu". Gereja yang dimaksud dalam frasa pembahasan postingan ini dipahami dalam arti organisasi dan individu pelaksana Pendidikan Agama Kristen. Pendakatan Shared Christian Praxis merupakan pendekatan yang mempertimbangkan atau memperhitungkan pengalaman konkret peserta didik dari segala golongan usia.

Pengalaman peserta didik dari segala golongan usia pada masa kini dapat berdialog dengan pengalaman atau narasi suci dalam Alkitab di masa lampau. Melalui dialog tersebut, peserta didik dari segala golongan usia memahami makna pengalaman konkrit hidup manusia melalui paradigma teks suci yaitu Alkitab. Pendekatan Shared Christian Praxis oleh Thomas Groome hendak menegaskan dua pendekatan dalam pendidikan AGama Kristen yaitu Pendidikan Agama Kristen yang partisipatif, dan kedua Pendidikan Agama Kristen yang dialogis. Pendidikan AGama Kristen yang partisipatif artinya pendidikan Agama Kristen yang melibatkan peserta didik dari segala golongan usia untuk berpartisipasi dalam pengalaman, pemikiran, dan refleksinya terhadap isi Pendidikan Agama Kristen yang dipercakapkan. Pendidikan Agama Kristen yang dialogis berarti Pendidikan AGama Kristen yang terjadinya dialog dalam kegiatan Pendidikan Agama Kristen. Saya menyebutnya dengan Pendekatan PAK yang berpusat pada "FIRMAN YANG DITANYA" dan bukan pada "FIRMAN YANG TIDAK DITANYA". Firman yang tidak ditanya berlangsung dalam khotbah di Gereja, dalam Kebaktian Keluarga dll. Tetapi Pendidikan Agama Kristen tidak demikian, ia harus masuk dalam dialog yaitu pada Firman yang ditanya.

0 comments: