Pendidikan Agama Kristen yang inklusif

0

Sebelum saya posting tulisan singkat berkenaan dengan topik di atas, saya ingin menegaskan kepada pengunjung blog bahwa alamat blog ini telah mengalami perubahan. Itu berarti blog yang Anda baca sekarang seluruh isinya dari blog yang lama. Saya merubah alamat blog dan sedikit perubahan judul blog karena beberapa waktu yang lalu saya sulit membuka blog saya. Kendala ini disebabkan karena ada beberapa kesalahan dalam mengkopi paste iklan di blog saya, tetapi bukan dalam blog ini, hanya saja kode iklan yang saya kopi paste ke dalam halaman blog masih ada dalam blog yang sudah saya ganti maka berpengaruh pada blog yaitu sulit dibuka. Setelah saya menghapus kode iklan dari blog maka blog saya mudah untuk diakses. Jadi, para pengunjung hati-hati dalam mengkopi paste kode iklan ke dalam blog supaya tidak terjadi seperti yang saya alami.

Kini saya masuk dalam pembahasan judul postingan di atas.

Melaksanakan Pendidikan Agama Kristen yang inklusif membutuhkan pendidik yang inklusif. Mencari pendidik yang inklusif tidak semudah mencari pendidik yang berada dalam sona nyaman. Pendidik yang bertipe zona nyaman selalu bergerak dari waktu ke waktu tanpa ada perubahan-perubahan pendekatan yang keluar dari kelaziman. Pendidik demikian selalu terikat dengan apa yang sudah ada. Apa yang sudah ada dianggap sudah baku, normatif, tidak bisa dirubah lagi. Pendidik demikian sebenarnya dikategorikan pada pendidik Kristen yang memiliki teori kesempurnaan walaupun ia sendiri tidak tahu teori kesempurnaan. Pendidik Kristen yang iklusif adalah pendidik Kristen yang mampu menerima dan mengelola kemajemukan atau lebih tepatnya multikultural. Seorang pendidik yang inklusif dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat yang multikultural, khususnya masyarakat Indonesia.

Pendekatan Pendidikan Agama Kristen oleh pendidik Kristen yang multikultural inklusif juga tidak mensyaratkan mengaburkan identitasnya sebagai pengikut kebenaran yang menyelamatkan. Ia tetap berada dalam jatidirinya sebagai penerima kebenaran yang menyelamatkan sambil menyapa orang lain yang berbeda dengan keyakinannya.

0 comments: